Hidup bukanlah fiksi
Atau tumbuh bersama opini
Kita berawal dari satu narasi
Hingga menjadi berbagai definisi
Fikirku kita nampak sama
Hanya sebagian tak serupa
Apa kita sebagai diorama
Atau sebuah mahakarya?
Kita beda dengan segala kearifan yg ada
Tanganmu mungkin sempurna
Tapi genggamanku lebih erat tanpa menyentuhnya
Fikirmu lampaui batas logika
Tapi tubuhku dapat memaknai rasa
Saat mimpi kau anggap fana
Harapan yang berujung nestapa
Aku pejam kan mata jiwa
Kendarai frekuensi lintasi cakrawala
Karena hati ini cukup luang
Masih sanggup mendengar cerita yang ingin kau buang
Masih menerimamu kapan saja kau datang
Aku Manusia Ruang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar