Kali kesekian aku belum beranjak dari pintumu.
Masih kelu tiap memikirkanmu bahkan sepersekian detik mengingatmu terasa sedikit membuat pilu.
Argumentasiku selalu sama, bagai sebuah pertanyaan tanpa jawaban.
Bagaikan hidup tanpa sebuah pilihan
Semakin malam semakin larut.
Berusaha melupakan tapi rindu ini semakin kalut.
Satu langkah kedepan, masih ada jejak yang tertinggal.
Satu hari berjalan, ada jutaan kenangan yang siap terinstal
Aku terhisap habis oleh dilema.
Merasakan raga tapi pikiran entah dimana.
Lagu yang sering ku putar tanda cinta kita sekarang begitu hambar ditelinga.
Syair yang ku cipta agar kisah kita bercerita kini bagai lembaran kertas tak berwarna.
Bagaikan masih bisa melihat sinar bulan yang sedikit temaram pukul dua lewat delapan.
Layaknya masih terlukis jelas wajahmu disaat semua suda tergantikan.
Karena kini kita berdua hanya sepasang mantan.
Tak lebih dari sekedar teman, walau rindu ini selalu tersimpan.
Selamat pagi bulan;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar