Senin, 22 Juni 2015

Bahagiaku Sederhana

Lupa adalah kata yang lumrah. Tapi melupakan, bukan perkara yang mudah. Kemarin bukan kesalahanmu. Bukan juga kesalahanku. Tapi ini soal waktu.

Waktu tidak pernah menipu. Ia selalu tepat saat kita datang terlambat maupun kita datang terlalu cepat.
Berbeda dengan kehadiranku di rongga kehidupanmu. Bukan datang terlambat, atau datang terlalu cepat. Hanya saja, sedikit kurang tepat.

Satu satunya kesalahan terbesar ku adalah melewatkanmu 3 tahun lalu. Berusaha mencari tau apa kabar mu pun aku malu. Bersembunyi di zona ternyamanku, mengagumimu dibalik layarku.

Dan sekarang aku milikmu, aku ada didepanmu. Berdiri tepat dihadapanmu. Tapi, aku masih terlihat samar dimatamu. Tatapanmu menanyakan siapa aku? Apa aku bisa menggantikan dia yang kau sebut masalalu?

Ini aku, dan akan tetap menjadi diriku. Bukan untuk menggantikan masalalumu, tapi menjadi bagian dari skema kebahagiaan dan masa depanmu, jika mau terima semua kurangku, hitamku, dan hargai semua kelebihanku.

Karena perbandingan akan selalu ada, dan kita hanya di bedakan dengan perasaan "cukup". Cukup bersyukur kah memilikiku, atau cukup beranikah melepaskanku? Akan tetap menjadi dilemamu.

Bahagiaku sederhana, kehadiranmu menyempurnakanku, tak peduli kau anggap apa aku di kehidupanmu, tak peduli serendah apa kau memandangku dengan sebelah matamu, bahkan saat peluk mu tak lagi menghangatkanku, aku bahagia memilikimu.

Suatu saat nanti, akan ku buat surga kecil untumu. Akan aku bawa kau kesana, agar kau bahagia. Walau...
Tak sebahagia saat kau temukan surgamu sendiri.